Friday, January 20, 2012
Thursday, January 5, 2012
Ilmu Budaya Dasar
File Name
|
: Ilmu Budaya Dasar
|
Format
|
: Rar
|
Size
|
: 2.75 Mb
|
Authors
|
: Teguh Handoko
|
Friday, December 23, 2011
Takut gagal. –Bukanlah Alasan-
Ingat yang gagal bukan hanya Anda saja. Di luar sana banyak
orang gagal dan keberhasilan mereka membawa manfaat bagi orang-orang
sekitarnya. Bahkan seorang penemu lampu pijar saja menghabiskan waktu dalam
hidupnya untuk mengalami 9000 lebih kegagalan demi sebuah benda yang kita
manfaatkan sekarang.
Pernah mendengar kisah nyata dan pahit dari Abraham Lincoln,
presiden ke-16 Amerika? Tahun 1831 dia mengalmi kebangkrutan dalam usahanya. Tahun
1832 dia menderita kekalahan dalam pemilihan tingkat lokal. Tahun 1833 dia
kembali bangkrut. Tahun 1835 istrinya meninggal dunia. Tahun 1836 dia menderita
tekanan mental yang sangat berat dan hampir saja masuk rumah sakit jiwa. Tahun
1837, dia kalah dalam suatu kontes pidato. Tahun 1840, ia gagal dalam pemilihan
anggota senat AS. Tahun 1842, dia menderita kekalahan untuk duduk di dalam
kongres AS. Tahun 1848 ia kalah lagi di kongres. Tahun 1855, lagi-lagi gagal di
senat. Tahun 1856 ia kalah dalam menduduki kursi wakil presiden. Tahun 1858 ia
kalah lagi di senat. Tahun 1860 akhirnya dia menjadi presiden Amerika Serikat.
Pada intinya adalah jangan pernah menyerah dengan berbagai kegagalan yang
pernah dialami, bahkan seberat apapun cobaan itu.
Mungkinkita perlu belajar dari kata ini “I
don't measure a man's success by how high he climbs but how high he bounces
when he hits bottom” (George Patton). Artinya kesuksesan seseorang tidaklah
diukur dari seberapa tinggikah tingatannya, melainkan diukur dari seberapa
cepat dia bangkit dari kegagalannya. Sekali lagi, gagal itu bisa datang
sewaktu-waktu, tapi kita juga tidaklah harus mengaliminya. Pengalaman kegagalan
orang lain dapat menjadi pelajaran bagi kita.
Sekian dari saya, terima kasih sudah
membaca. Remember you CAN because you THINK you can.
Wednesday, December 21, 2011
Memori Kita
Hari ini mungkin anda ingin melupakan kejadian memalukan
yang telah anda perbuat kemarin, atau anda ingin mengingat kembali hal-hal yang
menyenangkan dalam hidup Anda. Tapi tahukah Anda bahwa untuk melupakan suatu
hal itu sama sulitnya dengan mengingatnya. Pikiran kita tidaklah seperti kotak
yang dapat dibuka-tutup. Memori yang ada
di dalamnya tidak mudah untuk
dikeluarkan, begitu pula sebaliknya memori yang ada di luar tidak lah
mudah untuk di masukkan. Memori yang ada “mungkin” dapat hilang dengan
sendirinya , atau dengan kata lain lupa, dan memori yang telah berusaha Anda dihilangkan
atau dilupakan dapat muncul kembali .
Jangan sekali-kali Anda bandingkan kerja otak sama dengan
kerja komputer. Data dalam komputer mudah untuk di remove, copy ataupun paste.
Tapi tidak dengan data yang ada di dalam otak Anda. Sadar atau tidak, anda sering kali mengingat
terus hal-hal ya g anda ingin lupakan. Atau anda juga sering melupakan hal-hal
terindah untuk dikenang. Ya itulah kita....
Cara terbaik untuk melupakan hal-hal yang tidak Anda
inginkan adalah mencoba mengisi memori dengan hal-hal yang menyenang dan tidak
mudak untuk dilupakan. Anda juga dapat berbagi cerita kepada orang yang Anda
percaya, sehingga beban anda untuk memikirkannya menjadi berkurang. Jangan
terlalu mempermasalahkan hal-hal buruk tersebut atau pun menjadikannya beban
hidup. Ingat ada banyak hal berharga
yang lebih penting untuk diingat. Lagi pula Anda mungkin dapat menceritakan hal-hal
tersebut kepada generasi Anda agar
mereka tidak melakukan hal yang sama.
Seiring dengan bertambahnya usia dan berjalannya
waktu, pikiran akan menemukan jalannya sendiri.
Setiap orang butuh waktu untuk melakukan hal tersebut. Dan perlu diingat
pula bahwa setiap orang juga memiliki cara yang berbeda untuk melakukannya.
Saturday, December 10, 2011
Best Things Ever Said
File Name
|
: Best Things Ever Said
|
Format
|
: Rar
|
Size
|
: 4.07 Mb
|
Authors
|
: Unknown
|
Wednesday, October 26, 2011
Sunday, October 23, 2011
Subscribe to:
Posts (Atom)



